Sunday, January 13, 2019
Wednesday, July 2, 2008
Domain [dot] CN Lebih Murah!
Sebetulnya saya hanya mau kasih informasi kalau [dot| cn] sudah mulai dipakai oleh sebagian kecil blogger di indonesia!
Sampah ini ditulis oleh Admin pada jam 9:19 PM 0 komentar
Label: dot cn
Wednesday, June 11, 2008
My XL Connection Test Speed
Sampah ini ditulis oleh Daniy pada jam 10:30 PM 0 komentar
Label: aplikasi web
Tuesday, June 10, 2008
Posting di Luar Blogger
Sampah ini ditulis oleh Daniy pada jam 12:49 AM 0 komentar
Label: aplikasi web
Wednesday, March 26, 2008
Google dan Kucing
Berhati-hati bagi anda pemilik blog tentang kucing...
Baca selengkapnya..
Sampah ini ditulis oleh Daniy pada jam 9:48 PM 1 komentar
Label: humor
Pengobrol Menyedot! (Twitter Sucks!)
Tenang, Bung! Saya hanya ingin berironi bahwa inilah penggunaan bahasa Indonesia yang tidak baik dan benar.
Selanjutnya saya hanya ingin bercurhat tentang pengalaman aplikasi web yang begitu banyak diperbincangkan oleh dunia web: Twitter. Mereka mengklaim dirinya sebagai fenomena baru untuk para blogger dan websurfer untuk saling berinteraksi secara online. Seperti juga yang mereka koarkan pada halaman depan bahwa ide dasar penciptaan Twitter ini bermula dari pertanyaan sederhana:
"What are you doing?"
Terjemahan bebas:Ide ini kemudian dikembangkan dengan terapan bahwa setiap orang dapat berinteraksi kapan saja di mana saja dengan orang lain asalkan ia memiliki koneksi internet dan seperangkat komputer atau sejinjing notebook.
"Kamu sedang apa?"
"Kamu lagi ngapain?"
"Kamu ngapain, sih?"
Namun ide sederhana ini ternyata tidak terlalu sederhana bagi saya pada aplikasinya. Setidaknya pada akses yang diperlukan untuk menjangkau layanan Twitter tersebut. Tahu saja bahwa kebanyakan orang Indonesia masih banyak yang menggunakan koneksi dial-up GPRS yang lambannya minta ampun. Sebagai catatan saya menggunakan koneksi XL Mega Data dari Xplor.
Ketika malam ini saya mencoba membuka alamat Twitter.Com, diperlukan waktu sekitar 5 menit untuk menampilkan halaman depannya. Kemudian waktu sekitar 10 menit lebih lama diperlukan untuk menampilkan halaman sign-up untuk pengguna baru. Lebih menjengkelkan bahwa setiap pendaftaran harus memasukkan kode captcha yang membuat kening saya berkerut untuk membacanya. Lebih mirip dengan tulisan cakar ayam daripada sebuah kode eksklusif. [Huh, siapa sih pembuat captcha?] Saya pun memasukkan kode yang salah sebab kodenya sendiri yang sama sekali tidak jelas.
Tekan Refresh harus menunggu lagi 10 menit lagi hingga kode captcha baru ditampilkan. Pada percobaan kedua kali ini, kode captcha yang saya masukkan berhasil. Selanjutnya adalah menuju halaman home bagi user untuk menambahkan daftar contacts mereka ke dalam Twitter. Kali ini butuh 15 menit hingga akhirnya koneksi GPRS saya terputus.
Huh... Pengobrol memang Menyedot!
Huh... Twitter is Really Sucks!
Sampah ini ditulis oleh Daniy pada jam 7:26 AM 0 komentar
Label: aplikasi web
Tuesday, March 25, 2008
Lirik Anyam Anyaman Nyaman Karya Sujiwo Tejo
Di tengah penantian tersebut terdengarlah alunan lagu dari penyanyi elekton yang cukup unik. Bukan karena suaranya, tapi karena lagu-lagu yang dibawakannya adalah bukan lagu-lagu yang lazim dibawakan oleh grup elekton pada umumnya. Hingga ia sampai pada sebuah lagu yang intronya terdengar begitu familiar di telinga saya. Sang pemain musik terdengar cukup handal untuk memainkan petikan gitar yang mengawali lagu Anyam Anyaman Nyaman milik Sujiwo Tejo:
Munggah mudun gunung anjok samudro
Gandhen rendhen anjejerang rendheng
Reroncening kembang kembang kemanten
Mantene wis dandan dadi dewo dewi
Dewaning asmara gya' mudhun bumi
Ela mendung bubar mawur
Mlipir - mlipir gya' sumingkir
Margya dalan kemanten dalanpun dewa - dewi
Swara trompet ting celeret
Arak - arak sigra sigrak
Datan kendhat anut runtut
Gya mudhun bumi
Teringat masa lalu. Teringat masa muda.
Sampah ini ditulis oleh Daniy pada jam 8:40 PM 4 komentar
Label: musik
Sunday, March 23, 2008
Selamat Tinggal ExtremeTracking
Salah satu layanan statistik web yang saya kenal cukup familiar adalah ExtremeTracking.Com yang memang terkenal dengan kemudahan kesederhanaan, sekaligus kelengkapannya untuk menampilkan statistik sebuah situs. Untuk mendaftar seseorang tinggal menuju ke situsnya, mengisi username yang diinginkan, alamat situs yang ingin dicatat statistik nya, kemudian mengambil kode script yang disediakan dan memasangnya pada halaman situsnya. Dalam waktu singkat, ia dan juga orang lain dapat memantau perkembangan pengunjung yang datang ke situsnya.
Namun, hari ini saya mengetahui bahwa layanan ExtremeTracking telah menutup aksesnya bagi penduduk Indonesia yang akan mendaftarkan situsnya. Ketika saya ingin mendaftarkan salah satu blog saya yang lain pada halaman register, dengan gamblang admin mereka menayangkan bahwa "unfortunately, we closed down our sales in Indonesia". Ada apa gerangan dengan ExtremeTracking? Apakah ada beberapa/banyak pihak yang telah merugikan ExtremeTracking sehingga mereka tega untuk memutuskan layanannya dengan penduduk negeri ini?
Kenapa Indonesia harus di-blacklist lagi dari layanan gratis seperti ini?
Kenapa?
Kenapa?
Sampah ini ditulis oleh Daniy pada jam 9:27 PM 0 komentar
Saturday, March 8, 2008
Percobaan Posting Blogger Lewat E-Mail (Bag. 2)
Pada percobaan pertama Posting pada Blogger melalui Outlook Express,
didapatkan sebuah kesimpulan bahwa teks yang dikirimkan berupa HTML (Rich
Text) sehingga, memengaruhi hasil tampilan pada post sebelumnya pada blog.
Formatting teks ini dari Outlook Express ini menyebabkan hasil tampilan yang
tidak konsisten pada blog, Post yang dibuat melalui teks editor Blogger akan
ditampilkan dengan font Georgia, sedangkan Post yang dibuat melalui Outlook
Express akan sesuai dengan nilai defaultnya: Arial.
Artikel kali ini merupakan percobaan kedua posting lewat e-mail dengan
editor Outlook Express, di mana saya menonaktifkan format rich text HTML,
dan mengetik dalam format plain text. Kita lihat apakah ini akan
mengembalikan tampilan posting sama seperti jika diketik dalam teks editor
Blogger.
Baca selengkapnya..
Sampah ini ditulis oleh Daniy pada jam 5:01 PM 35 komentar
Percobaan Posting Blogger Lewat E-Mail (Bag. 3)
Dari posting sebelumnya didapati bahwa tampilan sudah sesuai dengan format
teks secara keseluruhan dalam blog. Teks posting sudah kembali kepada
default blog ini: Georgia. Pada post ini kita lihat apakah teks editor
Outlook Express ini bisa mendukung penulisan tag HTML. <br/>
<div align="center"><em>This is a italic text</em></div> Baca selengkapnya..
Sampah ini ditulis oleh Daniy pada jam 10:13 AM 0 komentar
Mencoba Posting Melalui E-Mail
Sampah ini ditulis oleh Daniy pada jam 12:40 AM 3 komentar
Thursday, March 6, 2008
SEO Contest 2008: Ajang Kemampuan Daya Saing Internasional Berbasis Nasionalisme
Sebagai seorang Indonesia layaklah kiranya saya mendukung teman satu tikar saya untuk ikut dalam ajang ini. Ini backlinknya= seocontest2008. Ini juga backlinknya=seocontest2008. Semoga dukungan ini mampu menghantarkan teman-teman menjadi juara dan mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata Internasional.
Sampah ini ditulis oleh Daniy pada jam 7:05 AM 0 komentar
Label: SEO
Friday, February 29, 2008
Kenapa Telkom Speedy Harus Putus?
Hal ini memengaruhi akses internet kepada beberapa situs dengan server berada di luar negeri menjadi terganggu. Bagi situs-situs yang memiliki server yang berlokasi di Indonesia, hal ini tidak memberi pengaruh berarti bagi para pengunjungnya.
Namun, kenapa harus putus? Ya, karena memang sudah takdirnya harus putus. Sudah takdirnya hari sebagian pekerja-pekerja online, web publisher, adsense publisher, dan blogger harus meluangkan waktunya menonton sinetron ketimbang berselancar di internet.
Tapi semuanya pasti akan kembali normal. Semoga.
Sampah ini ditulis oleh Daniy pada jam 11:02 PM 0 komentar
Label: kenapa?
Wednesday, February 27, 2008
Independensi dan Orisinalitas Bersuara
Ini bagian kritik pribadi dan tanggapan emosional yang negatif
Dia memang seorang penggemar musik jazz, sudah bisa terlihat dari dua penyanyi yang telah saya sebutkan sebelumnya, ditambah dengan Level 42, Dave Koz, ataupun Louis Armstrong. Pada dasarnya dia punya suara yang bagus kalau boleh dikatakan tidak jelek. Pertama kali mendengar suaranya saya terus terang tak kecewa, namun dengan sedikit hal yang mengganjal. Dia selalu menambahkan vibra pada SELURUH bait lagu yang dinyanyikannya. Saya jadi teringat Yana Julio yang juga punya karakteristik menyanyi sejenis. Namun Yana Julio melakukannya dengan baik, dan sang kawanku tidak. Sayangnya...
Dia membuat vibra pada bait lagunya dengan aksen yang dibuat-buat, sehingga selalu membuatku sebagai pendengar yang terpaksa, selanjutnya menggumam dalam hati,”Capeekk, deehh...”
Ini bagian pemahaman sosial dan tanggapan logis yang positif
Setiap sisi buruk pasti memiliki sisi baik, begitu pun dengan fenomena yang terjadi pada kawanku yang satu ini. Jika Priyadi dan Budi Rahardjo meributkan soal kebebasan berpendapat dan menulis dalam blog, maka kawan saya ternyata memiliki kebebasan bersuara yang serupa. Di antara seluruh penghuni kos, hanya dia yang memiliki karakteristik menyanyi seperti itu: dengan vibra di mana-mana.
Sebagai sebuah hak kebebasan bersuara, maka boleh saja ia bernyanyi dan bergitar di sepanjang koridor kos kami, terlebih di dalam kamarnya sendiri, jikalau ia merasa bersenang ataupun bersedih hati. Dengan lagu apapun. Lain kesempatan pernah juga saya bermain gitar dan bernyanyi, dan mendapatkan hak yang sama. Tak ada seorang pun yang menegur bahwa lebih baik aku menyanyi Slank saja daripada berlagu Yovie and the Nuno yang konon berlaku curang dan mengajarkan perselingkuhan itu.
Jadi secara sederhana, kebebasan bersuara telah ditegakkan di dalam kos saya. Semoga hal itu juga terwujud dalam blog ini.
Sampah ini ditulis oleh Daniy pada jam 7:09 PM 0 komentar
Label: kritik
Monday, February 25, 2008
Konsumen Selalu Benar
Sang klien datang dengan membawa sebuah file yang berupa logo Departemen Perhubungan. Saya menerima file tersebut mengopinya pada flashdisk dan beberapa waktu kemudian sudah dijemput oleh supplier yang bertugas membuat film transparan dari file tersebut. Dari bentuk film transparan tersebut kemudian ditransfer ke dalam bentuk lembaran film plat seng yang siap untuk dicetak oleh operator tukang cetak kami.
Memang tukang cetak kami begitu piawainya dalam mengoperasikan mesin Toko, sehingga tak kurang dari 3 jam selesailah sudah kedelapanbelas rim kertas tersebut dalam cetakan yang sempurna. Sang klien datang pada sore hari, dengan bangga kami memersembahkan hasil kerja sang operator cetak. Namun, nasib berkata lain, kedelapanbelas rim cetakan tersebut ditolak! Bukan karena kualitas cetak yang buruk, melainkan kesalahan posisi dalam mencetak. Seharusnya ia dicetak pada posisi landscape bukan portrait.
Tak pelak, konsumen protes keras sebab cetakan tersebut memang pada hari itu juga harus diserahkan. Ia menyalahkan saya sebab saya yang menerima file tersebut. Dia katakan bahwa dia ingin dicetak seperti apa yang ada di file yang dia serahkan. Saya pun menyangkal dengan cukup keras bahwa saya telah menerima apa adanya dan telah terjadi mispersepsi pada keinginan sang konsumen. Saya hanya melihat pada bentuk logo dan tidak diberi pesan bahwa logo tersebut harus dicetak pada bidang landscape.
Namun masalah tersebut dapat diselesaikan dalam waktu singkat dan menjanjikan bahwa ia dapat mengambil revisi cetakan esok hari tepat pada waktu yang sama.
Dari kasus pengalaman di atas, saya kembali mengambil kesimpulan bahwa dalam dunia cetak mencetak proof dari klien adalah sangat penting. Kesederhanaan order sang klien yang hanya mencetak sebuah logo di atas kertas ternyata menyimpan potensi kesalahan yang terbukti besar. Seharusnyalah sebelum naik cetak, konsumen disodorkan print out dari cetakan yang akan dibuat, dan membubuhkan tandantangan persetujuan di atasnya. Sehingga apa yang diinginkan klien dapat dimengerti secara jelas oleh percetakan.
Hal kedua yang saya ambil adalah seberapa keras saya menyangkal kesalahan saya pada waktu itu, pada akhirnya konsumenlah yang benar. Ungkapan klasik “customer is king and king can do no wrong” rupanya cukup memberikan penjelasan. Apalagi bila tidak ada approval, maka yang harus mengalah adalah pihak pemilik usaha sebagai pelayan kepentingan konsumen.
Lebih jauh menelusur ke masa lampau, ketika saya masih menjadi konsumen di perusahaan tempat bekerja sekarang, saya merasakan bahwa konsumen selalu saja benar. Jika saya menemukan order cetakan saya tidak sesuai dengan yang saya inginkan, maka kesalahan langsung saja saya lemparkan pada pihak penerima order.
Ketika saya membuat cetakan dengan latar hitam dan membuat CMYK bernilai 100 semua, maka yang saya dapatkan adalah tulisan putih yang tidak sempurna alias kabur. Hal ini disebabkan proses warna hitam yang melalui pencetakan sebanyak 4 kali. Dalam 4 tahap cetak tersebut, dimungkinkan adanya hasil yang meleset sehingga membuat gambar tidak akurat. Dalam pikiran saya, percetakanlah yang paling tahu perihal cetakan. Percetakanlah yang bertugas mengecek sebuah file benar-benar aman untuk dinaikkan ke dalam mesin cetak sehingga hal-hal yang mungkin menurunkan kualitas cetak dapat sekecil mungkin diminimalisir.
Dan ketika saya berada posisi yang berbeda saat ini [sebagai penerima order cetakan], ternyata hal tersebut tidak mudah. Saya terkadang protes sendiri kepada beberapa pemberi order cetak [Terutama mahasiswa yang baru saja berkenalan dengan CorelDraw. Biasanya mahasiswa teknik UGM] yang sedikit banyak menyusahkan saya untuk mengoptimalkan hasil cetakan. Bagaimana tidak, jika para mahasiswa itu begitu senang menggunakan lens, transparency, bitmap pattern, drop shadow, dan hal-hal berat lainnya dalam jumlah besar? Pernah saya menemukan sebuah file brosur 2 halaman dengan 75 buah efek transparency! Bayangkan betapa beratnya komputer saya walapun saya hanya mengoperasikan zoom tool! Perlu diingat bahwa penggunaan hal-hal tersebut memakan memori komputer yang tidak sedikit dan membuat respon komputer menjadi turun drastis. Dasar Mahasiswa! Huh! [klo ini memang bener-bener sebal]
Namun konsumen tetaplah pihak yang benar. Tidak mungkin saya membuang efek-efek tersebut, karena efek-efek itu yang mendominasi keseluruhan desain. Ketika saya memerlukan optimasi dalam bekerja, maka saya pun mengambil jalan tengah, menekan Ctrl+A, memilih menu "Convert to Bitmap" dan mengeset pada angka 300 dpi.
Saya memang curang. Bye, bye vectors...
Sampah ini ditulis oleh Daniy pada jam 4:53 PM 2 komentar
Label: motivasi, percetakan
Sunday, February 24, 2008
Dollar Ngepet 2008: Meningkatkan Konsistensi dan Ketahanan Mental Bisnis Online dalam Menghadapi Tantangan Tahun 2008
Menyambut tahun 2008 serta Imlek tahun tikus, forum Jumatan [dot] com Insya Allah akan menyelenggarakan sebuah forum diskusi terbuka mengenai online earning pada tanggal 5-6 April. Berbekal kesuksesan acara serupa pada penghujung tahun sebelumnya: "Tolak Banned 2207" , forum diskusi bertajuk "Dollar Ngepet 2008" ini menghadirkan master-master [tidak termasuk king master untuk jual beli mobil 2nd] dalam dunia internet marketing:
- FreeBloggerTemplates alias Isnaini
- Pogung 177 alias Dwi Hermanto
- Jumbet alias Irawan
- Joomblo alias Yudhis
- Mahasiswa Bodoh alias Ilham Saibi
- dan
artis ibukotamaster pendukung lainnya...
Informasi pendaftaran sampai artikel ini diturunkan belum dapat dikonfirmasikan. Bagi yang berminat, dapat menunggu informasi dari blog rekan Isnaini atau rekan Ilham Saibi. Dapat juga berlangganan melalui RSS feed blog sampah ini untuk mendapatkan update sampah terbaru.
Sampah ini ditulis oleh Daniy pada jam 9:27 AM 0 komentar
Saturday, February 23, 2008
Jadi Newbie Apa Salahnya? Penalaran Praktis Tentang Status Pemula Pada Tahapan Pembelajaran
new•bie (plural new•bies) or New•bie (plural New•bies) nounSeseorang yang memulai untuk belajar tentang sesuatu yang baru di mana ia belum pernah sekalipun mengenal bidang tersebut, itulah newbie. Pada saat itu, saya memang benar-benar seseorang yang baru saja berkenalan dengan dunia online earning.
somebody joining something new: somebody who is new to an activity such as using the Internet or playing a computer game
Begitu kerennya kata itu, sehingga pada thread pertama yang saya buat dalam forum, saya dengan bangga menyebut diri sendiri sebagai newbie. Kira-kira begini baris kalimatnya,
”Jika yang lain bertanya tentang apa itu RSS Feed, maka saya akan menanyakan hal yang lebih primitif lagi: Feed itu apa ya?. Mohon pencerahannya, maafkan saya yang newbie ini”Beberapa jawaban saya terima pada thread tersebut meskipun dengan kuantitas jawaban yang minim. Walaupun begitu saya sangat berterimakasih atas bantuan teman-teman yang telah menjawab :-) Alhamdulillah, saya kemudian mendapatkan penjelasan yang sangat lengkap mengenai apa itu feed pada blog milik Enda Nasution. Ternyata saat ini saya baru menyadari bahwa menjelaskan perihal feed memang tidak bisa dilakukan dalam tiga paragraf.
Meminta penjelasan tentang feed merupakan sebuah hak yang saya punya sebagai seorang newbie. Namun ketika saya menambahkan embel-embel permohonan maaf saya sebagai seorang newbie, apakah itu perlu? Apakah salah menjadi seorang newbie?
Newbie Sebagai Sebuah Tahapan
Saya percaya kepada anda bahwa anda yakin bahwa tak ada sesuatu yang dapat dibuat secara instan. Seorang tukang jahit lulusan SMK yang pekerjaan sehari-harinya tak ada lain kecuali menjahit, tak mungkin tiba-tiba dalam dua hari mampu membuat sebuah program komputer berbasis linux yang berfungsi menghitung efisiensi mesin jahit, kapasitas produksi, berikut proyeksi profit penjualan hasil jahit dengan beberapa variabel. Pada hari berikutnya dia telah membuat sebuah situs yang khusus menangani penjualan hasil produksi konveksinya secara online. 1000% tak mungkin.
Seorang tukang jahit memang mungkin menjadi seorang webmaster, coder, sekaligus programmer komputer, tapi bukan dalam dua hari. Ia bisa saja terus menjahit pada siang hari dan pada malamnya secara rutin belajar mendalami ilmu komputer. Ketika pada bulan keenam dia telah berhasil membuat sebuah situs tentang konveksi yang menjual hasil jahitannya, maka saya tak akan berani berkata “tidak mungkin”.
Di sini dan pada berbagai cerita lain yang pernah kita temukan, tersebutlah apa yang dinamakan sebagai proses. Bahwa di antara awal dan akhir terdapat tengah yang memiliki cerita berbeda. Andaikan saja saya berada di Jogja dan berencana untuk ke Jakarta untuk sebuah keperluan bisnis. Maka perjalanan saya dari Jogja ke Jakarta adalah sebuah proses.
Menjadi seorang newbie atau pemula merupakan sebuah tahapan yang paling susah. Bila diibaratkan kita berusaha untuk mendorong mobil, maka dorongan pertama adalah yang paling berat. Mobil sedang berada pada posisi diam dan membutuhkan energi ekstra untuk membuatnya kepada posisi bergerak. Ketika mobil telah bergerak maka energi yang dibutuhkan untuk mendorong mobil takkan butuh sebesar pada saat awal karena mobil telah menemukan gaya geraknya. Yang diperlukan kemudian adalah konsistensi untuk menjaga agar mobil tersebut dapat terus bergerak dan bergerak.
Saya pun merasakan hambatan dan beban yang begitu berat saat memulai untuk mendalami lebih jauh tentang apa yang baru saja saya kenal sebagai internet marketing. Ketika saya bertemu dengan kosakata feed, CTR, pagerank, inbound link, longtail, SEO, template, dan sebagainya, sepertinya saya memang tidak tahu apa-apa soal internet saat itu selain Friendster, Yahoo!, Google, dan beberapa situs XXX .
Tetapi, syukurlah kemudian saya menemukan teman-teman senasib satu tikar, dan kawan-kawan di forum AdSense-Id yang tidak pelit dalam berbagi ilmu dan pengalamannya. Hingga saat ini saya merasa telah memiliki pengetahuan dasar tentang apa yang saya cita-citakan dalam dua tahun ke depan dan seterusnya. Tinggal mengembangkan, menambah pengalaman, serta menjaga konsistensi yang merupakan bahan bakar untuk terus melangkah maju.
Newbie: Penyalahgunaan Kosakata serta Kesalahan-kesalahan yang Kerap Dilakukan oleh Newbie
Kesalahaan pertama yang saya anggap menjengkelkan di sini adalah newbie yang mengaku sebagai newbie ketika bertanya kepada seseorang yang dianggap lebih tahu. Saya merasa menyesal ketika membuka thread saya yang pertama kali pada forum AdSense-Id yang menyatakan saya adalah seorang newbie dan butuh penjelasan mengenai feed. Lalu dengan rasa pakewuh ala Jogja saya pun meminta maaf atas ke-newbie-an saya.
Sederhananya tanpa memberi tahu bahwa seorang newbie adalah newbie, jumlah post serta kualitas pertanyaan dapat menyatakan seberapa derajat seorang user dalam forum. Kesan yang didapat ketika seseorang mengaku sebagai newbie adalah ingin secara instan mendapatkan respon. Mengaku sebagai newbie terkesan ‘memaksa’ orang yang lebih tahu untuk segera memberikan jawaban atas pertanyaan yang mereka ajukan. Newbie adalah orang istimewa, serupa fakir miskin yang patut dikasihani, sehingga mengabaikan newbie bisa ‘berdosa’. Setidaknya itulah anggapan saya tentang newbie yang mengaku newbie.
Nah, yang lebih menjengkelkan adalah expert yang mengaku sebagai newbie. Mengakunya newbie, baru saja membuat website yang katanya “nggak mutu” tetapi setelah dicek ternyata unique visitor berada pada angka 100 per hari! Orang seperti ini terkesan ingin mengetes kemampuan orang lain yang ujung-ujungnya adalah unjuk kemampuan alias pamer alias show off. Padahal hakikatnya sebuah ilmu adalah untuk dibagi dan dikembangkan bersama, bukan sebagai alat pamer kekuatan seseorang yang bertujuan untuk merendahkan orang lain.
Maka melalui artikel ini saya menghimbau [seperti pemerintah] kepada seluruh rekan, kawan, dan teman pemula untuk TIDAK mengaku dirinya sebagai newbie ketika bertanya atau berdiskusi dalam sebuah forum. Adanya forum dan kolom komentar pada blog bukanlah tempat untuk meminta belas kasihan dengan mengaku sebagai newbie, namun sebagai tempat berdiskusi dan menjalin pola interaksi yang positif.
Kita semua berawal dari pemula yang tidak tahu apa-apa, dan membutuhkan proses tersendiri untuk menggenggam dunia. Mari maju bersama tanpa meminta belas kasihan dengan menyalahgunakan kata newbie.
PS: Post ini diilhami dari celetukan Isnaini tentang newbie pada pergelaran tikar Jumatan [dot] com malam tadi, Jumat, 22 Februari 2008.
Sampah ini ditulis oleh Daniy pada jam 10:14 PM 0 komentar
Label: blogging
Friday, February 22, 2008
Arti Sebuah Nama, Pemilihan Domain yang Kontra SEO, Mungkinkah?
Bahasan Singkat Tentang SEO
Namun hal apa sajakah yang sebenarnya memengaruhi search engine untuk menempatkan sebuah situs pada halaman pertama hasil pencariannya?
Pertanyaan-pertanyaan inilah yang dijawab oleh ilmu SEO dengan menggolongkannya ke dalam 2 jenis optimasi: On page optimization dan off page optimization. On page optimization merupakan teknik SEO yang diterapkan pada situs itu sendiri. Sederhananya, optimasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan seluruh informasi yang ada di dalam situs agar dapat dengan mudah dibaca dan diindeks oleh robot mesin pencari. Logikanya, semakin banyak informasi yang diindeks, semakin relevan informasi yang dicatatkan oleh robot pencari, maka kemungkinan sebuah situs untuk bertengger pada halaman pertama hasil pencarian search engine.
Optimasi on page berkisar pada pemilihan nama domain, penggunaan judul artikel, penerapan heading dalam artikel, penggunaan operator “alt” pada objek gambar, penggunaan meta “keyword” dan “description”, pengaturan layout halaman, pengesetan file “robots.txt”, dan lain sebagainya. Sedangkan optimasi off page lebih berfokus kepada relasi situs tersebut dengan dunia luar. Dengan kata lain optimasi off page berarti memaksimalkan fungsi link yang berhubungan dengan sebuah situs, inbound dan outbound.
Inbound link berarti link yang berasal dari sebuah situs menuju sebuah halaman dari situs kita, dan sebaliknya outbound link merupakan sebuah link dari halaman situs kita menuju situs lain. Secara singkat, inbound link lebih menguntungkan ketimbang outbound link mengingat semakin banyak situs kita mendapat link dari situs lain, maka semakin pentinglah situs kita di mata mesin pencari. Namun, outbound link juga bukannya sesuatu hal yang dapat diabaikan, karena adanya sebuah link keluar pada sebuah situs menunjukkan ‘kealamian’ dari sebuah situs. Situs yang kita link dari halaman situs kita, dapat menunjukkan identitas situs kita pada mesin pencari.
Sementara ini, saya menganggap sudah cukup bagi saya untuk memberikan penjelasan tentang Search Engine Optimization, karena saya tahu lebih banyak orang yang lebih tahu tentang ilmu ini. Lebih detail mungkin bisa berkunjung kepada situs-situs SEO seperti SEObook atau SEOchat. Atau jika tidak begitu familiar dengan bahasa Inggris, situs milik CosaAranda dan Isnaini boleh menjadi rujukan.
Penggunaan Keyword Bagi Kemaslahatan Situs
Keyword atau kata kunci merupakan sebuah kata pamungkas yang selalu ditekankan dalam ilmu SEO. Penerapan dan penempatan kata kunci yang tepat mampu menghantarkan situs kita ke puncak sukses persaingan mesin pencari. Makanya, sebuah keyword diharuskan untuk selalu tampil pada setiap elemen yang ada dalam sebuah halaman situs [on page]. Keyword harus selalu tampil pada judul halaman, header, meta, content, operator “alt”, dan tentu pada nama domain.
Pada poin terakhir, yaitu domain, nampaknya sebuah hal serius yang perlu dipikirkan sebelum memulai untuk membuat sebuah situs. Nama domain tentu saja menjadi identitas sebuah situs di dunia internet. Tak seperti judul artikel yang dapat diubah setiap saat, nama domain yang terpilih akan terus berlaku selama situs tersebut ada. Jika anda sedang mengetikkan kata kunci “photoshop tips” pada situs Google dan menemukan situs “daniy.com” pada posisi nomor satu, dan situs “100photoshoptips.com” pada posisi kedua, manakah yang akan anda pilih?
Nama domain menunjukkan relevansi sebuah situs dengan sebuah topik yang dibahasnya.Namun kemudian muncul pertanyaan, apakah pemilihan nama domain harus selalu mengandung keyword yang kita gunakan pada situs kita?
Pernah mendengar nama DoshDosh, BoingBoing, atau Gizmodo? Secara arti, nama-nama tersebut takkan memberikan penjelasan apapun tentang sesuatu. Namun, bagi mata mesin pencari, nama DoshDosh tersebut merujuk kepada internet marketing, dan Gizmodo lekat kepada ulasan tentang gadget terbaru.
Mengapa bisa? Positioning adalah jawabannya. Dan situs-situs tersebut membangun positioning mereka melalui isi yang mereka tawarkan dalam situsnya. Lagi-lagi ungkapan content is king. Tetapi memang hal itulah yang terjadi. Sebuah situs yang memberikan kualitas content bermutu yang selalu update dan mampu bertahan dalam waktu yang lama akan memberikan hasil yang luar biasa. Karena tujuan akhir sebuah situs tetaplah harus berfokus kepada pengunjung. Pengunjung organik [bukan robot] memiliki sifat loyalitas yang memungkinkan mereka untuk datang lagi ke sebuah situs yang mereka anggap telah memberikan sesuatu yang bermanfaat.
Saya menarik kesimpulan sederhana bahwa, pemilihan nama domain tidak harus selalu mengikuti kata kunci yang kita gunakan pada situs kita. Memilih nama kita sendiri untuk nama domain tidak selalu berarti menurunkan kesempatan kita untuk sukses dalam mesin pencari. Memang relatif lebih susah untuk membangun positioning terhadap sebuah kata yang tidak ada di dalam kamus. Namun, ketika kita berhasil melakukannya, hasil yang akan didapat akan lebih besar dan memuaskan.
Di dunia nyata, nama-nama berikut telah berhasil menciptakan positioning yang sesuai dengan produk yang mereka tawarkan. Bahkan menjadi nama generik.
Baygon = obat nyamuk
Levi’s = celan jeans
Honda = sepeda motor
Suatu saat mungkin Daniy = Tempat Sampah!
Bisa saja...
PS: Jika ada beberapa bagian artikel ini yang tidak sesuai, bertolak belakang, asal tulis, dan sok tahu, bolehlah menyumbangkan komentar, kritik, omelan, atau saran. Mau menyumpah juga boleh. Namanya juga artikel sampah...
Sampah ini ditulis oleh Daniy pada jam 7:47 PM 0 komentar
Label: SEO
Thursday, February 21, 2008
Cara Membuat Artikel Berbahasa Inggris yang Orisinil dan Bermutu dengan Mudah
Ketika memulai sebuah karir online earning, umumnya bloggers pemula disarankan untuk mencoba kesaktian dan keampuhan program pay-per-click AdSense milik Larry Page dan Sergey Brin. Duo
Blogger pemula dapat memulai menangguk bayaran dari Google dengan membuat sebuah blog dengan tema tertentu yang spesifik. Pilihan awal media untuk membuat blog komersil dapat dijatuhkan pada Blogger yang juga merupakan anak perusahaan Google, Inc. Sebuah kode javascript dari Google harus diletakkan dalam template blog oleh webmaster/blogger, sehingga pada saat halaman blog tersebut ditampilkan, isi iklan AdSense secara otomatis akan menyesuaikan dengan isi situs/blog yang bersangkutan.
Jika ada seorang pengunjung yang menampilkan halaman tersebut dan secara sadar/tidak sadar meng-klik salah satu unit AdSense yang tampil, maka sang pemilik blog akan mendapatkan sejumlah nominal dalam kurs dollar yang diakumulasikan dalam akun AdSense blogger yang bersangkutan. Jika sebuah link iklan yang di-klik tersebut berharga $0.7, maka dalam 1000 klik sang blogger akan mendapatkan $700.
Menggiurkan memang. Namun menanti lamanya 1000 klik pada unit iklan AdSense untuk seorang blogger pemula dengan blog yang baru dalam hitungan hari nampaknya jauh panggang dari api. Sebelum sang blogger mendapatkan klik, maka ia harus mendatangkan orang-orang yang melakukan klik tersebut: visitor/pengunjung. Percuma bila blog bagus dan indah namun tak ada pengunjung. No visitors, no clicks. Kecuali jika sang blogger benar-benar iseng dan mencoba untuk meng-klik sendiri iklan yang ada dalam halaman blognya.
Nah, mendatangkan visitor memang susah-susah gampang. Tentu ada cerita dari kawan bahwa ia telah memiliki 1000 unique visitor per hari pada blognya yang baru saja dibuatnya 3 minggu yang lalu. Mungkin jika saya sedikit skeptis, maka saya akan berasumsi bahwa sang blogger tersebut hanya seorang yang beruntung. Namun jika ditelusuri sebenar-benarnya blog yang dia miliki, maka saya pun takkan heran dan bingung jikalau dia mampu memeroleh begitu banyak pengunjung dalam waktu relatif singkat. Jawabannya ada pada unique content.
Sebuah blog dengan artikel orisinil dan memiliki informasi yang dicari oleh orang banyak akan mampu mendatangkan trafik yang tidak kecil dlam waktu singkat. Ingat, internet adalah dunia yang tidak pernah tidur sekaligus dunia dengan akses informasi tanpa yang hampir batas kecepatan. Sebuah berita yang diterbitkan dalam hitungan detik dapat langsung dibaca oleh ribuan orang dalam waktu bersamaan. Sangat mengagumkan.
Di sinilah letak kekuatan artikel orisinil atau unique content. Sebuah post yang diambil dari teknik kopas kebanyakan tidak memberikan kontribusi yang terbaik bagi sebuah blog. Jika sebuah blog memiliki banyak unique content, maka kemampuannya untuk mendatangkan lebih banyak pengunjung memiliki kans yang lebih besar. Sebab secara tidak langsung unique content menunjukkan kredibilitas sang pemilik blog yang otomatis memungkinkan pengunjung untuk kembali datang dan mengecek apakah ada artikel terbaru yang diterbitkan. Secara sederhana, pengunjung mendapatkan nilai lebih ketika mereka memilih untuk membuka blog tersebut daripada ribuan dan jutan situs lain yang ada di internet. They worthed it.
Membuat artikel orisinil bukannya barang yang gampang. Memotivasi diri sendiri untuk terus menghasilkan tulisan yang orisinil dan bermutu membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang kuat. Soal ide memang mudah untuk dicari, tetapi memotivasi diri untuk mengubahnya menjadi sebuah ide untuk artikel nampaknya butuh perjuangan.
Yang saya bicarakan barusan adalah membuat artikel orisinil dalam bahasa Indonesia. Malangnya, AdSense sampai saat ini belum mendukung AdSense for Content dalam bahasa Indonesia. Sehingga mau tidak mau, blogger harus menulis dalam bahasa Inggris, jika ingin situs blognya mampu ditempeli oleh iklan AdSense. Paling tidak menghindari kemungkinan untuk di-banned [dipecat!] dari program Google AdSense. Entah benar atau tidak, saya masih meragukan hal tersebut mengingat saya sering menemukan iklan AdSense berbahasa Indonesia [seperti NicSpace, dsb]
Lalu bagaimanakah caranya untuk membuat sebuah content orisinil lagi bermutu dan dalam bahasa Inggris pula?
Sangat gampang. Jadilah seorang seleb blog. Apa itu? Menurut kamus daniy! seleb blog adalah
- Blogger yang namanya sering muncul dan disebut-sebut di banyak tempat dan forum,
- Memiliki banyak kata PERTAMAXXX pada bagian komentar posting,
- Memiliki RSS feed subscriber lebih dari 100 orang, dan
- Jumlah komentar yang melebihi angka 20 pada setiap artikelnya [terkadang mencapai 100].
Seperti seorang selebritis, kekuatan seleb blog berada pada popularitasnya. Secara psikologis, popularitas mampu menggerakkan massa blogger yang lebih banyak untuk melakukan demonstrasi melakukan apa yang dikatakan dan dianjurkan oleh sang seleb blog. Populer gitu, loh!
Secara sederhana saya dapat memberikan contoh dari apa yang dilakukan Darren Rowse selaku seleb blog Australia dalam memperkaya
Yang terjadi dalam fenomena guest posting adalah adanya simbiosis mutualisme antara guest blogger dengan host blogger. Guest blogger memiliki kesempatan untuk tampil dalam blog terkenal yang otomatis dapat mendongkrak popularitasnya juga secara langsung dan tidak langsung. Seperti menulis untuk dimuat dalam media majalah Tempo, akan membantu nama anda untuk lebih cepat dikenal oleh pembaca dan juga media-media lainnya. Secara SEO, jika guest blogger menyisipkan link ke blog pribadinya di antara artikel yang ditulisnya, maka ia akan mendapatkan keuntungan inbound link yang nilainya lebih tinggi ketimbang reciprocal link.
Di lain sisi host blogger akan mendapatkan lebih banyak artikel yang variatif untuk diterbitkan ke dalam blognya, karena artikel-artikel tersebut ditulis oleh orang-orang berbeda yang tentu menghasilkan bahasan dengan sudut pandang yang berbeda pula. Secara kualitas, host blogger juga tidak akan dikecewakan oleh tulisan-tulisan yang dikirimkan oleh guest blogger. Asumsinya, guest blogger akan berlomba-lomba untuk menghasilkan tulisan terbaik yang nantinya dapat dipilih untuk diterbitkan di blog sang seleb.
Darren sendiri mengatakan bahwa mekanisme tersebut menggunakan mekanisme guest posting yang dimiliki oleh WordPress. Bagi blogger yang ingin berpartisipasi, dapat terlebih dahulu membuat akun WordPress, kemudian dalam waktu 24 jam mengirimkan login account nya ke darren[at]problogger[dot]net. Darren kemudian akan memberikan petunjuk kepada blogger yang telah mendaftar untuk memasukkan artikel ke dalam blog. Secara otomatis, artikel yang dimasukkan oleh blogger peserta akan diterapkan pada kategori draft dan menunggu persetujuan dari Darren sendiri selaku pemilik blog.
Nah, sekarang bayangkan diri anda sendiri jikalau anda adalah seorang Darren Rowse. Dalam hitungan jam, anda akan menerima begitu banyak unique content yang dikirimkan langsung kepada anda. Semuanya pasti berkualitas serta siap untuk diterbitkan, dan yang pasti berBAHASA INGGRIS. Itu ‘kan yang anda cari?
Makanya, ayo jadi seleb blog!
Sampah ini ditulis oleh Daniy pada jam 9:59 PM 0 komentar
Wednesday, February 20, 2008
Kamus Besar Bahasa Indonesia Online Yang Mudah dan Murah
Daring? apa itu? Hmm.. Saya juga belum tahu juga apakah makna dari kata "daring" tersebut. Sewaktu saya mencoba kata "daring" pada kamus online yang bersangkutan, ternyata tidak ditemukan entri yang dimaksud. Saya menduga bahwa "daring" adalah singkatan atau akronim dari sebuah istilah, tetapi hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari yang penerbitnya.
Mengenai tampilan situs sendiri, saya menyimpulkan bahwa situs ini mudah dan cepat untuk diakses. Jikalau boleh dikatakan minim grafis, hal ini sangat menolong saya yang masih menggunakan koneksi GPRS sehingga mampu mengunduh halaman lebih cepat.
Meninjau sisi kekurangan, situs ini tidak memiliki indeks yang dapat kita lihat secara langsung daftar kata-kata dalam bahasa Indonesia. Pengguna harus memasukkan kata kunci pada submit form yang ada pada bagian atas situs. Hal yang lain adalah fungsi sinonim dan akronim dari sebuah kata. Jikalau boleh berusul, sistem tampilan seperti "Encarta Dictionary Tools" rupanya boleh menjadi rujukan.
Mungkin saja ini baru versi beta yang tentu akan masih banyak penambahan dan perbaikan menuju kesempurnaan. Seperti Trans Jogja yang baru saja beroperasi pada masa uji coba.
Sampah ini ditulis oleh Daniy pada jam 6:43 AM 0 komentar
Label: bahasa